BELAJAR FILSAFAT 2
Oleh :
Samsul Arifin/18701261007
“FILSAFAT
DAN KEHIDUPAN”
Seperti disampaikan sebelumnya filsafat
adalah semuanya, apapun, penjelasannya dan sebagainya, Filsafat adalah
aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar
dalam hidup manusia (apa tujuan hidup, apakah Tuhan ada, bagaimana menata
organisasi dan masyarakat, serta bagaimana hidup yang baik), dan mencoba
menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis. Sejatinya, bahwa apapun
yang dilakukan seseorang sehari-hari adalah bahwa mereka sedang berfilsafat. Baik
di kehidupan individunya maupun berkelompok, semua orang pada dasarnya sedang
berfilsafat dan semuanya tergantung pada tingkat kesadarannya, apakah seseorang
menyadari bahwa mereka sedang menjalani kehidupan dengan berfilsafat.
Nikmat dan manfaat mengerti dan
memahami filsafat ternyata membawa perubahan-perubahan pada kehidupan saya,
termasuk kehidupan baik sebagai individu ataupun sebagai makhluk sosial serta kehidupan
dalam profesi. Filsafat menambah dan membuka wawasan berpikir, Tambahnya dan
terbukanya wawasan berpikir semakin menambah nikmatnya hidup ini. Saya dapat
bergaul, berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapa saja menyesuaikan dengan
ruang dan waktu. Suatu ketika saya harus bergaul dan berinteraksi dengan
seseorang yang kurang beruntung dalam
pendidikan maupun materi ataupun orang yang
terpinggirkan “maaf” seperti tukang becak, tukang parker, pengaman dan
sebagainya, saya masih mampu berkomunikasi dengan baik dengan mereka, karena
saya mencoba untuk menempatkan pada ruang dan waktu. Hasilnya menarik sekali suasana cair,
interaksi berlangsung hangat tanpa sekat dan saling menghormati. Kondisi serupa
juga saya rasakan ketika saya harus
berkomunikasi, berinteraksi dengan para birokrat, pendidik, atau dengan teman
seprofesi atau bahkan dengan atasan. Situasi yang nyaman, komunikasi yang
nyambung semua akibat dari meningkatnya pemahaman filsafat dalam kehidupan.
Dalam kehidupan nyata yang penuh
dengan “hoax” kiranya perlu seseorang mempunyai pondasi berpikir yang kuat
serta wawasan yang lebih untuk menyikapinya. Filsafat yang tadinya membuat
carut marut cara pikir saya, lambat laun berefek sebaliknya yaitu membuat pola
pikir saya dalam menyikapi sesuatu dengan hati-hati tidak “grusah grusuh”
kritis dan penuh dengan analisa dan penafsiran terhadap suatu kemungkinan-kemungkinan.
Filsafat membuat semakin meningkatnya kewaspadaan sekaligus ketenangan dalam
menyikapi sesuatu yang ada. Ibarat akan maju dalam pertempuran, seorang
prajurit harus terlebih dahulu membuat perencanaan serangan maupun pertahanan.
“Cumemu” cuaca medan musuh harus kita ketahui untuk menyusun suatu rencana
sehinga suatu kemenangan bisa diraih. Inilah bagian kecil sumbangan filsafat
yang secara langsung maupun tidak langsung telah merubah dan bagian dari cara berpikir
saya dalam menyikapi dan menjalani kehidupan sehari-hari termasuk dalam
kehidupan profesi saya. Filsafat membuat
berpikir menjadi kritis dan penuh dengan daya analisa menyesuaikan ruang dan
waktu. Filsafat semakin memperkokoh, memperteguh hati dan pola pikir manusia
pada suatu kebenaran serta membuat semakin bijak dalam menyikapi segala hal,
kokoh dengan jati diri dan kebenaran serta kewaspadaan…
Bersambung
….
*)Refleksi Matakuliah Filsafat Pendidikan 2018
*)Refleksi Matakuliah Filsafat Pendidikan 2018






0 komentar:
Posting Komentar