Senin, 29 Oktober 2018

Belajar Filsafat 1


BELAJAR FILSAFAT 1

Oleh : Samsul Arifin/18701261007


“MENCOBA MENGERTI DAN MEMAHAMI FILSAFAT”

Awal belajar filsafat akan membuat pikiran seseorang menjadi tak karuan, tak beraturan, tak menentu, dibuat bingung, campur aduk, berputar-putar, pertentangan-pertentangan dalam diri dan sebagainya. Itu semua pertanda bahwa filsafat sudah merasuki tubuh dan alam pikir kita. Apa yang selama menjadi dasar kita berpikir dan bertindak tidak lagi mampu menganalisa sesuatu dan menjadi pikiran penuh keraguan dan ketidakpastian. Proses “Nolisasi” atau pengenolan adalah start kita mulai belajar untuk mengerti dan memahami filsafat. Secara pelan-pelan, berangsur-angsur mulai merasakan bahwa belajar filsafat itu mengasyikan dan menyenangkan untuk menjawab segala kepenasaran hati dan pikiran.  
Semua manusia pada dasarnya adalah berfilsafat, namun kebanyakan dari  banyak manusia kurang memahami apa itu filsafat. Dari pengetahuan filsafat yang pernah saya terima sebelumnya cukup membawa alam pikir saya dan pola tindak serta segala keputusan-keputusan yang telah saya lakukan menjadi lebih teliti, kritis dan rasional dibanding sebelum mengerti apa itu filsafat. Mengerti disini adalah mengertinya saya tentang filsafat karena mengerti tidaklah mutlak. Mungkin saat yang lalu saya mengerti, namun belum tentu untuk sekarang dan nanti, karena dalam filsafat semuanya menyesuaikan ruang dan waktu. Saya hari ini adalah bukan saya sebelumnya atau saya setelah hari ini.
Belajar filsafat saat ini (salah satu matakuliah S3) tentunya cukup menarik untuk semakin meningkatkaan respon dan kepekaan saya terhadap sesuatu yang ada di dalam diri saya dan di luar diri saya. Dari beberapa pertemuan yang sudah dilaksanakan semakin memahamkan saya (pahamnya saya) tentang filsafat. Filsafat adalah suatu tindakan, suatu aktivitas. Filsafat adalah aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia (apa tujuan hidup, apakah Tuhan ada, bagaimana menata organisasi dan masyarakat, serta bagaimana hidup yang baik), dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis. Filsafat adalah semuanya dan apapun.
Definisi filsafat tidaklah tepat, karena filsafat itu penjelasan orang itu sendiri dan yang terlihat itu hanya sebatas ikonik. Filsafat memerlukan power creatifity. Filsafat itu olah pikir, jadi seseorang pasti berfilsafat selama masih bertanya mengapa. Semua orang berfilsafat karena masih berpikir dan orang yang tidak berfilsafat orang yang sudah mati karena sudah tidak berfikir. Di filsafat tidak ada yang salah, namun kurang tepat pada ruang dan waktu.
Dari belajar filsafat, saya mendapatkan beberapa ketrampilan diantaranya memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis, membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis, mengkomunikasikan ide secara efektif, dan mampu berpikir secara logis dalam menangani masalah-masalah kehidupan yang selalu tak terduga. Dengan belajar filsafat, tidak akan menerima sesuatu begitu saja alias menerima secara mentah-mentah. Segala sesuatu harus dilihat dari berbagai sisi, berpikir kreatif, kritis, dan independen, mampu mengatur waktu dan diri, serta mampu berpikir fleksibel di dalam menata hidup yang terus berubah. Filsafat mengajarkan untuk melakukan analisis, dan mengemukakan ide dengan jelas serta rasional. Filsafat mengajak untuk memahami dan mempertanyakan ide-ide tentang kehidupan, tentang nilai-nilai hidup, dan tentang pengalaman kita sebagai manusia.
          Dari filsafat, manusia harus saling menghormati perbedaan dan pendapat orang lain karena filsafat tidak ada yang salah. Filsafat mengajarkan kita untuk mengembangkan serta mempertahankan pendapat secara sehat, bukan dengan kekuatan otot, atau kekuatan otoritas politik semata. Filsafat memandang bahwa sebenar benar hidup itu kontradiktif.  Berbagai konsep yang akrab dengan hidup kita, seperti tentang kebenaran, akal budi, semua ada kontradiktifnya. Filsafat juga amat berguna untuk memperluas wawasan berpikir. Filsafat itu bersifat terbuka. Sekali lagi, filsafat tidak memberikan jawaban mutlak yang berlaku sepanjang masa. Filsafat menggugat, mempertanyakan, dan mengubah dirinya sendiri.  

Bersambung …….

https://www.uny.ac.id/
Kuliah Filsafat 2018

*) Refleksi Matakuliah Filsafat Pendidikan 2018


0 komentar:

Posting Komentar