Senin, 29 Oktober 2018


Yogya sportivo outbond trainer & organizer merupakan  kumpulan pra praktisi pada bidangnya.
Instruktur Militer, Psikolog, Pendidik/Tenaga Pendidik, Ekonom dan Motivator handal.
Kami siap membantu instansi pemerintah/swasta, lembaga pendidikan, perusahaan dll untuk meningkatkan prestasi, kebersamaan, dan semangat kerja...

Belajar Filsafat 2


BELAJAR FILSAFAT 2

Oleh : Samsul Arifin/18701261007


“FILSAFAT DAN KEHIDUPAN”

       Seperti disampaikan sebelumnya filsafat adalah semuanya, apapun, penjelasannya dan sebagainya, Filsafat adalah aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia (apa tujuan hidup, apakah Tuhan ada, bagaimana menata organisasi dan masyarakat, serta bagaimana hidup yang baik), dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis. Sejatinya, bahwa apapun yang dilakukan seseorang sehari-hari adalah bahwa mereka sedang berfilsafat. Baik di kehidupan individunya maupun berkelompok, semua orang pada dasarnya sedang berfilsafat dan semuanya tergantung pada tingkat kesadarannya, apakah seseorang menyadari bahwa mereka sedang menjalani kehidupan dengan berfilsafat.
          Nikmat dan manfaat mengerti dan memahami filsafat ternyata membawa perubahan-perubahan pada kehidupan saya, termasuk kehidupan baik sebagai individu ataupun sebagai makhluk sosial serta kehidupan dalam profesi. Filsafat menambah dan membuka wawasan berpikir, Tambahnya dan terbukanya wawasan berpikir semakin menambah nikmatnya hidup ini. Saya dapat bergaul, berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapa saja menyesuaikan dengan ruang dan waktu. Suatu ketika saya harus bergaul dan berinteraksi dengan seseorang  yang kurang beruntung dalam pendidikan maupun materi  ataupun orang yang terpinggirkan “maaf” seperti tukang becak, tukang parker, pengaman dan sebagainya, saya masih mampu berkomunikasi dengan baik dengan mereka, karena saya mencoba untuk menempatkan pada ruang dan waktu.  Hasilnya menarik sekali suasana cair, interaksi berlangsung hangat tanpa sekat dan saling menghormati. Kondisi serupa juga saya rasakan  ketika saya harus berkomunikasi, berinteraksi dengan para birokrat, pendidik, atau dengan teman seprofesi atau bahkan dengan atasan. Situasi yang nyaman, komunikasi yang nyambung semua akibat dari meningkatnya pemahaman filsafat dalam kehidupan.
          Dalam kehidupan nyata yang penuh dengan “hoax” kiranya perlu seseorang mempunyai pondasi berpikir yang kuat serta wawasan yang lebih untuk menyikapinya. Filsafat yang tadinya membuat carut marut cara pikir saya, lambat laun berefek sebaliknya yaitu membuat pola pikir saya dalam menyikapi sesuatu dengan hati-hati tidak “grusah grusuh” kritis dan penuh dengan analisa dan penafsiran terhadap suatu kemungkinan-kemungkinan. Filsafat membuat semakin meningkatnya  kewaspadaan sekaligus ketenangan dalam menyikapi sesuatu yang ada. Ibarat akan maju dalam pertempuran, seorang prajurit harus terlebih dahulu membuat perencanaan serangan maupun pertahanan. “Cumemu” cuaca medan musuh harus kita ketahui untuk menyusun suatu rencana sehinga suatu kemenangan bisa diraih. Inilah bagian kecil sumbangan filsafat yang secara langsung maupun tidak langsung telah merubah dan bagian dari cara berpikir saya dalam menyikapi dan menjalani kehidupan sehari-hari termasuk dalam kehidupan profesi saya.  Filsafat membuat berpikir menjadi kritis dan penuh dengan daya analisa menyesuaikan ruang dan waktu. Filsafat semakin memperkokoh, memperteguh hati dan pola pikir manusia pada suatu kebenaran serta membuat semakin bijak dalam menyikapi segala hal, kokoh dengan jati diri dan kebenaran serta kewaspadaan…


Bersambung ….


*)Refleksi Matakuliah Filsafat Pendidikan 2018

Belajar Filsafat 1


BELAJAR FILSAFAT 1

Oleh : Samsul Arifin/18701261007


“MENCOBA MENGERTI DAN MEMAHAMI FILSAFAT”

Awal belajar filsafat akan membuat pikiran seseorang menjadi tak karuan, tak beraturan, tak menentu, dibuat bingung, campur aduk, berputar-putar, pertentangan-pertentangan dalam diri dan sebagainya. Itu semua pertanda bahwa filsafat sudah merasuki tubuh dan alam pikir kita. Apa yang selama menjadi dasar kita berpikir dan bertindak tidak lagi mampu menganalisa sesuatu dan menjadi pikiran penuh keraguan dan ketidakpastian. Proses “Nolisasi” atau pengenolan adalah start kita mulai belajar untuk mengerti dan memahami filsafat. Secara pelan-pelan, berangsur-angsur mulai merasakan bahwa belajar filsafat itu mengasyikan dan menyenangkan untuk menjawab segala kepenasaran hati dan pikiran.  
Semua manusia pada dasarnya adalah berfilsafat, namun kebanyakan dari  banyak manusia kurang memahami apa itu filsafat. Dari pengetahuan filsafat yang pernah saya terima sebelumnya cukup membawa alam pikir saya dan pola tindak serta segala keputusan-keputusan yang telah saya lakukan menjadi lebih teliti, kritis dan rasional dibanding sebelum mengerti apa itu filsafat. Mengerti disini adalah mengertinya saya tentang filsafat karena mengerti tidaklah mutlak. Mungkin saat yang lalu saya mengerti, namun belum tentu untuk sekarang dan nanti, karena dalam filsafat semuanya menyesuaikan ruang dan waktu. Saya hari ini adalah bukan saya sebelumnya atau saya setelah hari ini.
Belajar filsafat saat ini (salah satu matakuliah S3) tentunya cukup menarik untuk semakin meningkatkaan respon dan kepekaan saya terhadap sesuatu yang ada di dalam diri saya dan di luar diri saya. Dari beberapa pertemuan yang sudah dilaksanakan semakin memahamkan saya (pahamnya saya) tentang filsafat. Filsafat adalah suatu tindakan, suatu aktivitas. Filsafat adalah aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia (apa tujuan hidup, apakah Tuhan ada, bagaimana menata organisasi dan masyarakat, serta bagaimana hidup yang baik), dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis. Filsafat adalah semuanya dan apapun.
Definisi filsafat tidaklah tepat, karena filsafat itu penjelasan orang itu sendiri dan yang terlihat itu hanya sebatas ikonik. Filsafat memerlukan power creatifity. Filsafat itu olah pikir, jadi seseorang pasti berfilsafat selama masih bertanya mengapa. Semua orang berfilsafat karena masih berpikir dan orang yang tidak berfilsafat orang yang sudah mati karena sudah tidak berfikir. Di filsafat tidak ada yang salah, namun kurang tepat pada ruang dan waktu.
Dari belajar filsafat, saya mendapatkan beberapa ketrampilan diantaranya memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis, membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis, mengkomunikasikan ide secara efektif, dan mampu berpikir secara logis dalam menangani masalah-masalah kehidupan yang selalu tak terduga. Dengan belajar filsafat, tidak akan menerima sesuatu begitu saja alias menerima secara mentah-mentah. Segala sesuatu harus dilihat dari berbagai sisi, berpikir kreatif, kritis, dan independen, mampu mengatur waktu dan diri, serta mampu berpikir fleksibel di dalam menata hidup yang terus berubah. Filsafat mengajarkan untuk melakukan analisis, dan mengemukakan ide dengan jelas serta rasional. Filsafat mengajak untuk memahami dan mempertanyakan ide-ide tentang kehidupan, tentang nilai-nilai hidup, dan tentang pengalaman kita sebagai manusia.
          Dari filsafat, manusia harus saling menghormati perbedaan dan pendapat orang lain karena filsafat tidak ada yang salah. Filsafat mengajarkan kita untuk mengembangkan serta mempertahankan pendapat secara sehat, bukan dengan kekuatan otot, atau kekuatan otoritas politik semata. Filsafat memandang bahwa sebenar benar hidup itu kontradiktif.  Berbagai konsep yang akrab dengan hidup kita, seperti tentang kebenaran, akal budi, semua ada kontradiktifnya. Filsafat juga amat berguna untuk memperluas wawasan berpikir. Filsafat itu bersifat terbuka. Sekali lagi, filsafat tidak memberikan jawaban mutlak yang berlaku sepanjang masa. Filsafat menggugat, mempertanyakan, dan mengubah dirinya sendiri.  

Bersambung …….

https://www.uny.ac.id/
Kuliah Filsafat 2018

*) Refleksi Matakuliah Filsafat Pendidikan 2018