BELAJAR FILSAFAT 1
Oleh :
Samsul Arifin/18701261007
“MENCOBA
MENGERTI DAN MEMAHAMI FILSAFAT”
Awal belajar filsafat akan membuat pikiran
seseorang menjadi tak karuan, tak beraturan, tak menentu, dibuat bingung,
campur aduk, berputar-putar, pertentangan-pertentangan dalam diri dan
sebagainya. Itu semua pertanda bahwa filsafat sudah merasuki tubuh dan alam
pikir kita. Apa yang selama menjadi dasar kita berpikir dan bertindak tidak
lagi mampu menganalisa sesuatu dan menjadi pikiran penuh keraguan dan
ketidakpastian. Proses “Nolisasi” atau pengenolan adalah start kita mulai
belajar untuk mengerti dan memahami filsafat. Secara pelan-pelan,
berangsur-angsur mulai merasakan bahwa belajar filsafat itu mengasyikan dan menyenangkan
untuk menjawab segala kepenasaran hati dan pikiran.
Semua manusia pada dasarnya adalah
berfilsafat, namun kebanyakan dari
banyak manusia kurang memahami apa itu filsafat. Dari pengetahuan
filsafat yang pernah saya terima sebelumnya cukup membawa alam pikir saya dan
pola tindak serta segala keputusan-keputusan yang telah saya lakukan menjadi
lebih teliti, kritis dan rasional dibanding sebelum mengerti apa itu filsafat.
Mengerti disini adalah mengertinya saya tentang filsafat karena mengerti tidaklah
mutlak. Mungkin saat yang lalu saya mengerti, namun belum tentu untuk sekarang
dan nanti, karena dalam filsafat semuanya menyesuaikan ruang dan waktu. Saya
hari ini adalah bukan saya sebelumnya atau saya setelah hari ini.
Belajar filsafat saat ini (salah satu
matakuliah S3) tentunya cukup menarik untuk semakin meningkatkaan respon dan
kepekaan saya terhadap sesuatu yang ada di dalam diri saya dan di luar diri
saya. Dari beberapa pertemuan yang sudah dilaksanakan semakin memahamkan saya
(pahamnya saya) tentang filsafat. Filsafat adalah suatu tindakan, suatu
aktivitas. Filsafat adalah aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang
pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia (apa tujuan hidup, apakah Tuhan
ada, bagaimana menata organisasi dan masyarakat, serta bagaimana hidup yang
baik), dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis.
Filsafat adalah semuanya dan apapun.
Definisi
filsafat tidaklah tepat, karena filsafat itu penjelasan orang itu sendiri dan
yang terlihat itu hanya sebatas ikonik. Filsafat memerlukan power creatifity.
Filsafat itu olah pikir, jadi seseorang pasti berfilsafat selama masih bertanya
mengapa. Semua orang berfilsafat karena masih berpikir dan orang yang tidak
berfilsafat orang yang sudah mati karena sudah tidak berfikir. Di filsafat
tidak ada yang salah, namun kurang tepat pada ruang dan waktu.
Dari belajar filsafat, saya mendapatkan
beberapa ketrampilan diantaranya memikirkan suatu masalah secara mendalam dan
kritis, membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis
dan kritis, mengkomunikasikan ide secara efektif, dan mampu berpikir secara
logis dalam menangani masalah-masalah kehidupan yang selalu tak terduga. Dengan
belajar filsafat, tidak akan menerima sesuatu begitu saja alias menerima secara
mentah-mentah. Segala sesuatu harus dilihat dari berbagai sisi, berpikir
kreatif, kritis, dan independen, mampu mengatur waktu dan diri, serta mampu
berpikir fleksibel di dalam menata hidup yang terus berubah. Filsafat
mengajarkan untuk melakukan analisis, dan mengemukakan ide dengan jelas serta
rasional. Filsafat mengajak untuk memahami dan mempertanyakan ide-ide tentang
kehidupan, tentang nilai-nilai hidup, dan tentang pengalaman kita sebagai
manusia.
Dari filsafat, manusia harus saling
menghormati perbedaan dan pendapat orang lain karena filsafat tidak ada yang
salah. Filsafat mengajarkan kita untuk mengembangkan serta mempertahankan
pendapat secara sehat, bukan dengan kekuatan otot, atau kekuatan otoritas
politik semata. Filsafat memandang bahwa sebenar benar hidup itu kontradiktif. Berbagai konsep yang akrab dengan hidup kita,
seperti tentang kebenaran, akal budi, semua ada kontradiktifnya. Filsafat juga
amat berguna untuk memperluas wawasan berpikir. Filsafat itu bersifat terbuka.
Sekali lagi, filsafat tidak memberikan jawaban mutlak yang berlaku sepanjang
masa. Filsafat menggugat, mempertanyakan, dan mengubah dirinya sendiri.